Era globalisasi menuntut perguruan tinggi mempunyai hubungan yang baik tidak hanya dengan lembaga pendidikan lain, tetapi juga dengan mitra industri. Kerja sama tersebut baik pada tataran lokal maupun internasional untuk mengaplikasikan berbagai teknologi yang dikembangkan oleh peneliti di perguruan tinggi itu sendiri.
Berita
Process System Engineering research group (PSErg) selalu mendorong mahasiwanya menyampaikan hasil penelitiannya pada seminar internasional. Seperti yang dilakukan mahasiswa S2, Dyah Retno Sawitri dan mahasiswa S1, Ni’mah Ayu Lestari dan M Hamzah Ismail. Mereka mempresentasikan paper pada Regional Symposium on Chemical Engineering (RSCE) 2012 di Hotel Grand Inna Kuta Bali (7-8/11/2012). Symposium tersebut dilaksanakan dengan tema: “Strengthening the Role of ASEAN Chemical Engineers in the World Economy Dynamics”.
YOGYAKARTA – Satu lagi mahasiswa PSE research group (PSErg), Wanodya Asri Kawentar mempresentasikan papernya dalam International Conference on Sustainable Energy Engineering and Application (ICSEEA) 2012. Seminar internasional ini diselenggarakan oleh Research Centre for Electrical Power and Mechatronics, Indonesian Institute of Sciences (LIPI) pada 6-8 November 2012 di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, Indonesia. Konferensi ini mengambil tema “Biomass and Solar Energy for Sustainable Development” tentang perkembangan dan pemanfaatan potensi kedua sumber energi terbarukan tersebut.
Sebagai realisasi MoU antara UGM dengan Tokyo Institute of Technology (TiTech), Japan pada tahun 2012 ini ada dua mahasiswa dari PSE research group (PSErg) JTK UGM ke TiTech dan dua mahasiswa TiTech ke JTK UGM. Demikian disampaikan Prof. Arief Budiman belum lama ini pada acara seminar dan welcome party bagi mahasiswa dari TiTech belum lama ini (9/10/2012) yang diadakan di RM Extra Hot, Yogyakarta.
Satu lagi mahasiswa yang tergabung dalam PSE research group (PSErg) berhasil mendapatkan beasiswa untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa di Kyushu University, Japan. Setiap tahun Kyushu University memberikan kesempatan kepada 6-8 mahasiswa diseluruh perguruan tinggi dunia untuk belajar di Kyushu University selama tiga bulan. Kali ini mahasiswa PSErg, Zayda Faizah Zahara mendapat kesempatan untuk melakukan penelitian di Kyushu University, demikian disampaikan oleh Prof. Arief Budiman koordinator PSErg belum lama ini. “Zayda yang tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2008 ini akan berada di Mineral processing, Recycling and Environmental remediation laboratory (MRE lab) dibawah bimbingan Prof. Tyuyoshi Hirajima”, ungkap Arief.
Perkembangan riset dibidang analisis eksergi yang berhubungan langsung dengan hukum thermodinamika 1 dan 2 cukup menggembirakan. Hal ini terbukti dengan tiada hentinya peneliti dibidang termodinamika terus berupaya mencari metoda yang efektif. Demikian disampaikan oleh Prof. Arief Budiman saat mengawali komentar pada ujian disertasi mahasiswa S3 dari Universiti Teknologi Petronas, Malaysia belum lama ini (7/9/2012). Arief Budiman yang diberi kepercayaan sebagai external examiner dari Khoa Ta Dang, mahasiswa program doktor asal Vietnam melanjutkan komentar bahwa peneliti bidang ini di Asia tidak begitu banyak. Sehingga dengan selesainya Khoa Ta Dang diharapkan akan menambah barisan peneliti bidang eksergi pada menara distilasi.
Sebagai implementasi kerjasama antara Tokyo Institute of Technology (TITech) dan UGM, baru-baru ini (19/6/2012) telah diadakan kuliah tamu oleh Prof. Kuni Yoshikawa. Kuliah diikuti oleh mahasiswa S1, S2 dan S3 yang tergabung dalam PSE riset group. Sebelum acara kuliah tamu dimulai semua mahasiswa S1, S2 dan S3 memperkenalkan diri sambil menjelaskan sekilas penelitian dan tugas akhir yang sedang dikerjakan. Perkenalan ini bertujuan disamping memperkenalkan teknologi yang sedang dikembangkan di PSE riset group, juga dimaksudkan agar setiap mahasiswa memahami topik yang sedang dikerjakan oleh mahasiswa lain. Demikian urai Prof. Arief Budiman pada saat memberi pengantar kuliah tamu.
Saat ini Indonesia telah mampu memproduksi bahan bakar yang bersumber dari energi terbarukan. Biodiesel misalnya, dibeberapa daerah telah berdiri pabrik yang dirancang, dibuat dan dioperasikan oleh putera-putera bangsa Indonesia. Demikian disampaikan oleh Prof. Arief Budiman saat menjadi plenary speaker pada The 2nd Korean-Indonesian Workshop and International Symposium on Bioenergy from Biomass yang diadakan di Gedung DRN, Puspiptek, Sertpong belum lama ini (13/6/2012).
Saat ini belum semua kebutuhan energi khususnya solar dapat dipenuhi oleh produksi domestik. Pada tahun 2011 tercatat produksi domestik sebesar 18,34 juta kL. Padahal kebutuhan dalam negeri mencapai 21,2 juta kL. Untuk menekan laju impor solar tersebut, PT Pertamina disarankan lebih meningkatkan produksi biodiesel dalam negeri. Kenaikan jumlah biodiesel ini dapat dipakai untuk menaikkan penggunaan fatty acid methyl ester (FAME) pada biosolar dari 5 persen menjadi 10 sampai 20 persen. Dalam jangka menengah Pertamina juga perlu menambah SPBU biosolar yang selama ini hanya terdapat di beberapa kota besar. Demikian paparan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Arief Budiman pada Seminar Nasional “Perkembangan Riset dan Teknologi di Bidang Industri” di Ruang Sidang Kantor Pusat Fakultas Teknik UGM belum lama ini (16/5).
Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang mempunyai banyak kelebihan. Disamping merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan karena emisi yang dihasilkan relatif rendah, biodiesel juga bersifat biodegradable karena mudah terurai jika tumpah ketanah. Kelabihan lain adalah dapat dibuat dari minyak nabati dari berbagai jenis tumbuhan yang berasal dari sumber daya yang tersedia disuatu daerah atau negara. Di Jerman, biodiesel dibuat dari minyak rapeseed, di Amerika dibuat dari minyak kedelai, di India dibuat dari minyak jarak. Sedangkan di Indonesia dibuat dari CPO. Demikian paparan Prof. Arief Budiman pada pengantar Special Lecture on Biodiesel didepan mahasiswa pascasarjana (S2 & S3) Frontier Research Center, Tokyo Institute of Technology (TITech) belum lama ini (12/1/2012).